Indonesia Perkuat Perikanan Skala Kecil melalui KNMP di Forum FAO

SIARAN PERS


KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN


NOMOR : SP.262/SJ.5/IX/2026


ROMA, (10/9) – Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat perikanan skala kecil sebagai bagian dari pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Sidang ke-37 Komite Perikanan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO Committee on Fisheries/COFI) di Roma, Italia, Senin (7/9).

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tetap berkomitmen penuh terhadap perikanan berkelanjutan yang melindungi laut, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujar Trenggono dalam siaran pers yang diterbitkan KKP di Jakarta, Kamis (10/9).

Sekitar 90 persen nelayan Indonesia merupakan nelayan skala kecil yang berkontribusi besar terhadap produksi perikanan tangkap nasional. Karena itu, penguatan nelayan skala kecil menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional Perikanan Skala Kecil (National Plan of Action for Small-Scale Fisheries/NPOA-SSF), sebagai penerapan Pedoman Sukarela FAO untuk Perikanan Skala Kecil yang Berkelanjutan.

Indonesia termasuk dalam kelompok terbatas negara anggota FAO yang telah menyusun rencana aksi nasional tersebut. Di Asia, Indonesia dan Filipina merupakan negara yang telah memiliki NPOA-SSF. Langkah ini menunjukkan kesungguhan Indonesia dalam memperkuat tata kelola dan kesejahteraan nelayan skala kecil.

Komitmen Indonesia tersebut juga mendapat apresiasi dari sejumlah negara dan organisasi nonpemerintah dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Perikanan Skala Kecil (Small-Scale Fisheries Summit) yang berlangsung pada 6 September 2026.

Menteri Trenggono menegaskan bahwa komitmen terhadap nelayan skala kecil tidak cukup berhenti pada kebijakan, tetapi harus diwujudkan dalam program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menjadi bentuk nyata implementasi komitmen Indonesia terhadap perikanan skala kecil.

KNMP dikembangkan secara terpadu, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kelembagaan dan koperasi nelayan, akses pasar, peningkatan kapasitas, rantai nilai hasil perikanan, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

“KNMP adalah salah satu contoh bagaimana komitmen Indonesia terhadap perikanan skala kecil diterjemahkan dari kebijakan nasional menjadi aksi nyata di tingkat masyarakat,” kata Trenggono.

Pada 2025, pemerintah telah membangun 100 KNMP di berbagai wilayah Indonesia dan menargetkan pengembangannya hingga 5.000 desa pada 2029.

Menurut Trenggono, pengalaman Indonesia tersebut tidak hanya ditujukan untuk kepentingan nasional, tetapi juga dapat menjadi pembelajaran bagi negara lain mengenai bagaimana komitmen global terhadap perikanan skala kecil diterjemahkan menjadi program nyata.

Dalam forum COFI, Menteri Trenggono juga menyampaikan apresiasi terhadap agenda Transformasi Biru (Blue Transformation) FAO, yang menurutnya sejalan dengan kebijakan Ekonomi Biru Indonesia dalam mendorong keberlanjutan sumber daya perairan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Indonesia mengapresiasi agenda Transformasi Biru FAO. Semangatnya sejalan dengan ekonomi biru Indonesia, yaitu bagaimana sumber daya laut dan perairan dapat dikelola secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat,” ujar Trenggono.

Melalui NPOA-SSF dan implementasinya melalui program seperti KNMP, Indonesia menunjukkan bahwa perlindungan sumber daya laut dan peningkatan kesejahteraan nelayan dapat berjalan bersama.

Pengalaman tersebut sekaligus menjadi kontribusi Indonesia dalam mendorong perikanan skala kecil yang berkelanjutan, inklusif, dan menyejahterakan masyarakat pesisir di tingkat global.

Sumber:

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI

Menteri Trenggono Serukan Pentingnya Pengelolaan Ruang Laut Untuk Keberlanjutan

SIARAN PERS
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR : SP.355/SJ.5/X/2024

BALI (8/10) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya Marine Spatial Planning (MSP) atau perencanaan ruang laut dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang adil dan berkelanjutan melalui kebijakan Ekonomi Biru.

Menteri Trenggono menyebut bahwa perencanaan ruang laut menjadi kunci dalam mencapai tujuan kebijakan ekonomi biru melalui pengaturan pemanfaatan ruang laut yang efisien, adil, dan berkelanjutan.

“Indonesia berkomitmen untuk memanfaatkan sumber daya kelautan melalui pendekatan yang menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Menteri Trenggono saat membuka acara “The 6th International Marine Spatial Planning (MSP) Forum” di Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10/2024). 

Menteri Trenggono menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan oleh pihaknya dalam implementasi perencanaan ruang laut untuk pemanfaatan ruang laut yang berkelanjutan. Salah satu upayanya dengan terus melakukan koordinasi, harmonisasi, dan pembuatan regulasi mengatur berbagai kegiatan yang memanfaatkan ruang laut Indonesia. 

Indonesia telah mencapai tonggak penting dalam perencanaan ruang laut dari tingkat lokal hingga nasional. Hingga tahun 2023, sebanyak 32 regulasi telah dibuat untuk penetapan rencana tata ruang laut dan rencana zonasi berupa peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, dan peraturan daerah provinsi telah diselesaikan. Saat ini KKP tengah menyelesaikan regulasi untuk 21 lokasi lainnya. 

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas rencana tata ruang laut, KKP saat ini juga tengah mengembangkan Ocean Big Data secara digital dan Neraca Sumber Daya Laut (Ocean Accounting). Data akan dibangun dilengkapi dengan teknologi canggih seperti radar, drone, hingga nano satelit.

“Berbagai upaya ini menjadi wujud tindakan Indonesia dalam memerangi ancaman global dengan memprioritaskan perlindungan laut untuk berkontribusi pada penyimpanan karbon, menekan laju perubahan iklim, dan mengelola perikanan untuk ketahanan pangan berkelanjutan.” ungkap Menteri Trenggono.

Harapannya, dengan sistem tata ruang laut yang baik, setiap pemangku kepentingan dapat memanfaatkan ruang laut Indonesia secara mudah, tepat, transparan, dan berkelanjutan baik untuk kepentingan ekonomi, sosial budaya, ilmu pengetahuan, maupun konservasi ekosistem.

Menteri Trenggono juga berharap dengan berkumpulnya praktisi dan berbagai unsur pemangku kepentingan pada MSP Forum ke-6 ini dapat menghasilkan solusi peningkatan penerapan perencanaan ruang laut di Indonesia serta berbagai negara, khususnya khususnya bagi negara-negara yang bercorak kepulauan. 

Sebagai informasi, Forum perencanaan ruang laut internasional atau International Marine Spatial Forum ke-6 dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 8 - 11 Oktober 2024. Pada kegiatan ini mempertemukan para praktisi dan pakar perencanaan ruang laut untuk membahas dan bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman dan solusi, praktik terbaik, serta rekomendasi konkrit terkait tantangan perencanaan ruang laut. 

Penyelenggaraan MSPforum kali ini mengusung tiga pilar yang berfokus pada perlindungan dan restorasi laut, perubahan iklim dan ekonomi biru,  yang sejalan dengan kebijakan Ekonomi Biru KKP.

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI

Daftar Pegawai

Daftar Pegawai
NoNamaJabatanStatus
1Dr RUDI SARANGA, S. Pi, M.SiDosen Lektor Kepala / DirekturPNS
2Dr. BAROKAH, S.St.Pi, M.PdDosen Lektor Kepala / Wakil Direktur IPNS
3NOVIE WIJAYA, S.St.Pi, M.ST.PiDosen Lektor / Wakil Direktur IIPNS
4SAEFUL AKHMAD TAULADANI, S. St. Pi, M.SiDosen Lektor / Wakil Direktur IIIPNS
5FERONICA UMBOH, S.E.Kepala Sub Bagian UmumPNS
6RAMAN GANDA TUA SIMANJUNTAK, M.SiDosen Lektor KepalaPNS
7JENNY INESCRY MANENGKEY, M.SiDosen Lektor KepalaPNS
8ITJE DANTI WEWENGKANG, M.SiDosen Lektor KepalaPNS
9NOVA MAGDALENA TUMANDUK, S.Pi.,M.SiDosen Lektor KepalaPNS
10HETTY MAGRITTHA PAULINE ONDANG, S.Pi.,M.SiDosen Lektor KepalaPNS
11HERU SANTOSO, S. Pi.,M.SiDosen Lektor KepalaPNS
12LUSJE LIDYA DEBORA ANTOU, M.SiDosen Asisten AhliPNS
13Ir LEOPOLD ARTHUR TOMASILA, M.SiDosen Asisten AhliPNS
14KAMINTON TAMBUNAN, S.T, M.SiDosen LektorPNS
15MUHAMMAD ZAINUL ARIFIN, S.Pi., M.SiTugas BelajarPNS
16PEGGY PONTOH, S.ST.Pi., M.SiTugas BelajarPNS
17LIDYA KATILI, S.IK, M.SiDosen LektorPNS
18FRANKY ADRIAN DARONDO, S.Pi., M.Tr.PiDosen LektorPNS
19ANDIE MURTONO, S.Pi, M.Tr.PiDosen Asisten AhliPNS
20MEILYA SUZAN TRIYASTUTI, M.T.Dosen LektorPNS
21ELSARI TANJUNG PUTRI, M.EngDosen LektorPNS
22FAHRIADI PAKAYA, M.T.Dosen LektorPNS
23YURIKA NANTAN, M.TDosen LektorPNS
24FITROH DWI APRILIAWAN HARIYOTO, S.Pd., M.Si.Dosen LektorPNS
25DESSY ATIKA NATALIA, S.ST.Pi, M.Tr.Pi.Dosen Asisten AhliPNS
26KARYANTO, S.Pi., M.Si.Dosen Asisten AhliPNS
27DYAH AYU RAKHMAYENI, S.ST, M.Tr.Pi.Dosen Asisten AhliPNS
28DWI DHARMA ARTA KUSUMA, S.T. M.EngDosen Asisten AhliPNS
29WASUM, M.TDosen Asisten AhliPNS
30FERNANDO WOWILING, M.SiDosen Asisten AhliPNS
31MOHAMAD AKBAR, S.Pi., M.SiDosen Asisten AhliPNS
32YUNITA MEILAN LYDIA UNDAP, S.SPengembang Teknologi Pembelajaran Ahli
Muda
PNS
33LEXI JUNUS SAUL HOSANG, S.T.Statistis Ahli PertamaPNS
34LUSJE SUSANA MAWUNTU, S.EArsiparis Ahli PertamaPNS
35OLVI OLKE WOWILING, SEPengembang Teknologi Pembelajaran Ahli
Pertama
PNS
36I NYOMAN SUBAWA, M.Tr.PiPranata Laboratorium Pendidikan Pelaksana LanjutPNS
37AHMAD TUBAGUS TSANI RISQI AJI, S.Tr.Pi.Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli PertamaPNS
38DOLFINUS BLASIUS BLASINGPranata Keuangan APBN TerampilPNS
39M. Yusuf Aridho, A.Md.PiPLP PelaksanaPNS
40I NYOMAN ANDI WIGUNA, A.Md.PiPLP PelaksanaPNS
41GRANDHI KAENATO DA GOMEZ, S.S.T.Pi, M.Tr.PiSekertaris PusbinkarPNS
42SAIFUL, A.Md.Kepala ArmadaPNS
43PERIS PANGKIRO, A.Md.PiKKM KapalPNS
44RICKY R SYAFIE, A.Md.PiNahkoda KapalPPPK
45FERDY L.J. PONGOH, A.Md.PiMualim KapalCPNS
46HENDRATNOKelasi KapalPPPK
47GERALD DAVID SOLEMAN ONTAH, A.Md.PiKKM KapalPNS
48JUNAIDI RUDI MINUOiler KapalPPPK
49STEFANUS PANGANDAHENG, A.Md.PiPenanggungjawab Instalasi Jaringan Air dan Listrik,PNS
50SEPTYAN VLADIMIR MAKANONENG, A.Md.PiSekertaris DirekturPNS
51RAHA AGUNG IRAWANNahkoda KapalPNS
52GREGORIO A. TUMEWU, A.Md.PiNahkoda KapalPNS
53ANDIS SYAMSUDINKelasiPNS
54FERNANDO VALENTINO MAMUKOKKM KapalPPPK
55HAFSAH PAPUTUNGAN, S.EBendahara PenerimaanPNS
56GRACE KRISTI IRJAYANTI, S.E.Pengadministrasi Keuangan,PNS
57TEISY JAMES LONTOH, S.PiPengelola KeuanganPNS
58GOAN GANNY A. SUPIT, S.Pi.Koordinator Kepegawaian PNS
59TEMI SUSAN KALIGIS, A.MdPengelola KepegawaianPNS
60MAYA OKTAVIA LOWINGPengelola Layanan KepegawaianPPPK
61STEFANNY STEVIE TUMIGOLUNG, S.Pi.Pengelola
perlengkapan/sarpras/BMN
PNS
62ANDRIE KOTUTUNGKomandan Petugas KeamananPNS
63MARTINA SALEMONPengelola Layanan ArsipPPPK
64FITRI LONDO, SEPengadministrasi Umum PersuratanPPPK
65AKDIUS TENY KASEHUNGPetugas KeamananPPPK Paruh Waktu
66ZESTIFIANUS SELSIUS LUMAPetugas KeamananPNS
67RAFNO YUNUSPetugas KeamananPJLP
68EYSENHOWER TUMELENGPenanggung Jawab KendaraanPJLP
69YOKE WOROTIKANPetugas Unit DockingPJLP
70JOYS TAMBANAUNGPetugas Kebersihan KelasPNS
71PATRIECIA PIANAUNGPengadministrasi KependidikanPNS
72KHOLID KURNIAWAN, S.PiKoord. Pembinaan Bakat TarunaPPPK
73JOICE SANDRA TENDEAN, S.KepPetugas KesehatanPNS
74FENNY LEVANA MANUELPengadministrasi Perpustakaan dan KomputerPNS
75DIAL ARAMUDAPenanggung jawab kebersihan
lingkungan dan Gedung Perpustakaan
PPPK
76WESLY OTHNIEL MAMANGKEY, S.T.Petugas Unit Lab/ Workshop Fishing GearPPPK
77JUMAAT PAPAROPetugas Unit Lab/ Workshop Fishing GearPPPK
78SAEFUL AHMADPengelola AsramaPNS

Animo Pendaftar Tinggi, Penerimaan Taruna/i Baru KKP Masih Dibuka

Animo Pendaftar Tinggi, Penerimaan Taruna/i Baru KKP Masih Dibuka

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR : SP.186/SJ.5/V/2025

JAKARTA, (2/5) - Minat masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi di bidang kelautan dan perikanan terus menunjukkan tren positif. Hingga 30 April 2025, jumlah pendaftar satuan pendidikan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tercatat mencapai 2.287 pendaftar dengan kuota penerimaan sebanyak 1.650 orang. 

Baca selengkapnya

KKP Sasar Gen Z Ikut Kembangkan Usaha Diversifikasi Produk Perikanan

KKP Sasar Gen Z Ikut Kembangkan Usaha Diversifikasi Produk Perikanan

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR : SP.187/SJ.5/V/2025

JAKARTA, (2/5) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menekankan diversifikasi produk perikanan sebagai kunci menaikkan nilai tambah, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan. Oleh karenanya, KKP menggencarkan workshop mengenai diversifikasi produk perikanan, termasuk menyasar generasi Z (Gen Z). 

Baca selengkapnya

Organisasi Tuna Dunia IOTC Wajibkan Kapal Penangkap Pakai VMS

Organisasi Tuna Dunia IOTC Wajibkan Kapal Penangkap Pakai VMS

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR : SP.185/SJ.5/IV/2025

JAKARTA, (30/4) -  Organisasi pengelolaan perikanan tuna Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) mewajibkan pemasangan vessel monitoring system (VMS) pada kapal-kapal penangkap tuna yang beroperasi di wilayah Samudera Hindia. Penggunaan alat tersebut untuk memastikan kepatuhan penangkap dari praktik illegal unreported unregulated fishing (IUUF). 

Baca selengkapnya

KKP Bantu UMKM Miliki Produk Tersertifikasi

KKP Bantu UMKM Miliki Produk Tersertifikasi

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR : SP.182/SJ.5/IV/2025Eb

JAKARTA, (29/4) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung penuh pelaku usaha, khususnya yang memproduksi makanan lokal berbahan dasar ikan untuk dapat melakukan ekspor. Dukungan ini diantaranya dengan memberikan kemudahan mengurus sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) yang menjadi salah satu dokumen ekspor. 

Baca selengkapnya

Indonesia – Denmark Bahas Teknologi Perikanan Berkelanjutan

Indonesia – Denmark Bahas Teknologi Perikanan Berkelanjutan

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR : SP.168/SJ.5/IV/2025

JAKARTA, (22/4) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen di kantor KKP, Jakarta Pusat, Senin (21/4). Keduanya membahas potensi kerjasama teknologi perikanan berkelanjutan untuk diterapkan di Indonesia. 

Baca selengkapnya

Pemilik Bisa Pantau Kapalnya Sendiri Saat di Laut dengan VMS

Pemilik Bisa Pantau Kapalnya Sendiri Saat di Laut dengan VMS

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR : SP.166/SJ.5/IV/2025

JAKARTA, (21/4) - Sistem pemantauan kapal perikanan (SPKP) atau bisa dikenal dengan Vessel Monitoring System (VMS) bukan hanya sekedar alat bagi Pemerintah dalam tata kelola perikanan tangkap berkelanjutan, namun juga sangat bermanfaat bagi pemilik kapal untuk menghindari kerugian atas potensi kecurangan awak kapalnya.  

Baca selengkapnya