Muda, Bertalenta, dan Berprestasi. Taruna-taruni Poltek KP Bitung tidak hanya ditempa untuk siap kerja di dunia industri kelautan dan perikanan, tetapi juga didorong untuk terus melampaui batas dan mengukir prestasi. Dari ruang kelas hingga panggung kompetisi, inilah rangkuman pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh punggawa muda Samudra dari Bitung. Adapun beberapa prestasi yang didapat Taruna dan Taruni Poltek KP Bitung
- Pertandingan Silat
Pada tanggal 30 April hingga 3 Mei 2025 taruna dann taruni tim silat mengikuti pertandingan silat di Koni Manado. Tim yang mengikuti terdiri dari 7 orang yaitu 1 pembina mendampingi, 1 pelatih mendampingi, 5 taruna dan taruni sebagai atlit yang bertanding dan 1 orang Official/Humas. Selama pelaksanaan pertandingan silat tersebut, tim tinggal di Kampus/Inkubator Manado dan selama pelaksanaan, daerah tersebut terdampak musibah, yaitu banjir, walaupun kampus/inkubator Manado tidak terdampak, para taruna dan taruni menyempatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak. Pada pelaksaan pertandingan, para taruna dan trauma menghadapi lawan yang sangat berpengalaman dan hebat. Dari 5 orang atlit taruna dan taruni yang ikut bertanding, 4 orang diantaranya meraih prestasi, yaitu :
- M.Afdal = Juara 3 Kaategori Dewasa Putra Kelas D
- Juliver = Juara 3 Kategori Dewasa Putra Kelas A
- Sartika = Juara 3 Kategori Dewasa Putri Kelas C
- Erika = Juara 3 Kategori Dewasa Putri Kelas D














- Pertandingan Taekwondo di Tomohon
Kegiatan dimulai pada hari Rabu, 20 Agustus 2025, tim taekwondo Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung yang mengikuti pertandingan menuju ke Gor Babepalar Tomohon dari Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung. Sesampainya di Gor Babepalar, tim menunggu giliran untuk uji penimbangan berat badan. Sebelum melakukan uji penimbangan, panitia menyediakan timbangan khusus untuk para atlit menguji berat badannya. Dari ke enam taruna dan taruni atlit taekwondo Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung yang mengikuti pertandingan, ada 2 orang yang saat menguji timbangan, mengalami kelebihan berat badan, sehingga perlu segera melakukan olahraga untuk menurunkan berat badannya, 2 orang tersebut adalah taruni atas nama Tirsa dan taruna atas nama Habibi.
Setelah melakukan olahraga, ke 6 atlit taruna dan taruni yang mengikuti pertandingan taekwondo, semuanya berhasil lolos untuk masuk kebabak pertandingan yang bagannya akan dibuat panitia pada malam harinya bersamaan dengan Technical meting dan yang mengikuti Tecnicakal meting untuk mewakili tim Taekwondo Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung adalah Sabam Idris. Setelah melakukan penimbanagan berat badan, tim taekwondo Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung kembali ke Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung untuk menunggu perkembangan selanjutnya.
Pada Hari Kamis, 21 Agustus 2025, tim Taekwondo Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung berangkat danri Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung menuju ke Pineleng, Minhasa untuk meletakan barang di tempat yang ditinggali selama kegiatan bertanding, kemudian setelah itu menuju Gor Babepalar karena atlit taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung atas nama Amel akan bertanding. Hasil pertanndingan yang diikuti taruni atas nama Amel adalah meraih prestasi juara 2. Setelah pertandingan selesai, tim taekwondo taruna dan taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung kembali menuju Pineleng untuk beristirahat dan menunggu informasi perkembangan untuk pertandingan besok hari.
Pada Hari Jumat, 22 Agustus 2025, tim Taekwondo Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung menerima informasi bahwa sesuai bagan yang dikeluarkan tidak ada atlit taruna dan taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung yang akan bertanding di hari Jumat, dan ke 5 Atlit taruna dan taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung akan bertanding di esok harinya. Karena hal tersebut, para atlit taruna dan taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung melakukan istirahat dan latihan secara teratur di area tempat tinggal selama pertandingan.
Pada Hari Sabtu, 23 Agustus 2025, tim Taekwondo Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung berangkat dari tempat tinggal di Pineleng menuju Gor Babe Palar Tomohon untuk melanjutkan pertandigan. Ke 5 atlit yang tersisa saat melakukan pertandingan meraih kemenangan dan prestasi, sehingga hasil atlit taruna dan taruni yang mengikuti pertandingan taekwondo di Gor Babe Palar Tomohon Adalah :
| No | Nama | Tingkat/ Prodi | Kategori | Juara | Mendali |
| 1 | Asnur | III/TPPP | Kyorugi Senior Putra under 54 | 1 | Emas |
| 2 | Andi Muh.Syahril Tauqif | II/TPI | Kyorugi Senior Putra under 54 | 1 | Emas |
| 3 | Habibi Lamaga | II/MP | Kyorugi Senior Putra under 58 | 2 | Perak |
| 4 | Gireina Ekha Pertiwi | II/TPPP | Kyorugi Senior Putri under 46 | 1 | Emas |
| 5 | Amelia Zahra Abdullah | II/TPPP | Kyorugi Senior Putri under 46 | 2 | Perak |
| 6 | Tirsa Posumag | II/TPPP | Kyorugi Senior Putri under 49 | 3 | Perunggu |
Setelah selesai pertandingan, tim taekwondo taruna dan taruni Politeknik Kelautan dan Perinakanan Bitung kembali ke tempat tinggal di Pineleng untuk mengemasi barang bawaan pribadi dan kembali menuju ke Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung.









- Porpov Cabor Futsal perwakilan Sangihe
Pada kegiatan minat bakat triwulan IV kegiatan yang diikuti ialah lomba Futsal diikuti oleh Taruna Tingkat I atas nama Apris Satria Budiman, dan menjadi taruna yang berkesempatan mewakili asal daerahnya, yaitu Sangihe di perlombaan Porprov pada Cabang Olahraga Futsal. Pada tanggal 24 Oktober s.d 9 November 2025 taruna tersebut izin melaksanakan persiapan dan latihan uji tanding di Sangihe sesuai permintaan AFKAB Sangihe. Tanggal 9 November Apris kembali ke Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung serta mengikuti kegiatan akademik dan ketarunaan. Kemudian tanggal 16 s.d 21 November 2025, Apris kembali mengikuti pertandigan Porprov cabang olahraga futsal dengan hasil tim dari daerah Sangihe dan meraih juara III.

- Lomba Esai dan Poster
Minat bakat selanjutnya ialah minat bakat karya ilmiah berupa penulisan Esai dan Poster. Lomba menulis Esai dan Poster ini diadakan oleh Universitas Lambung Mangkurat yang dimulai pada hari Senin 14 juli 2025, dengan sub tema yang telah ditentukan, dan selanjutnya dengan mengembangkan kerangka karangan sampai pada struktur tulisan baik Esai ataupun Poster.
Pada tanggal 25–26 Oktober (hari Sabtu–Minggu) dilaksanakan babak 10 besar Lomba Poster, di mana para peserta mempresentasikan hasil Poster Ilmiah mereka. Setelah tahap presentasi, pengumuman tiga besar dilakukan pada 1 November, dengan taruna/i diundang untuk menghadiri penyerahan hadiah sekaligus pembacaan juara 1, 2, dan 3. Namun, karena keterbatasan anggaran, maka tim hanya dapat menyaksikan pembacaan sekaligus penyerahan hadiah secara daring melalui Zoom, yang diumumkan pada hari Jumat, 7 November 2025. Taruna/i yang berhasil masuk 10 besar sekaligus meraih prestasi sebagai juara 1, 2, dan 3 adalah:
| No | Nama | Tingkat/ Prodi | Kategori | Juara | Piagam |
| 1 | Angelyo P Bimasuta | II/TPI | Lomba Essai Nasional | 1 | Sertifikat |
| 2 | Nurwana Sinta | II/TPPP | Lomba Essai Nasional | 1 | Sertifikat |
| 3 | Gede Gilbert | II/MP | Lomba Essai Nasional | 1 | Sertifikat |
| 4 | Arin Dian Kusuma Wardhani | I/TPPP | Lomba Poster Penelitian Nasional | 3 | Sertifikat |
| 5 | Moh Fazri Tahir | I/TPI | Lomba Poster Penelitian Nasional | 3 | Sertifikat |
| 6 | Louis Eleonor Syah | I/TPI | Lomba Poster Penelitian Nasional | 3 | Sertifikat |
| 7 | Nofriadi Ernes Lahope | I/TPI | Lomba Poster Penelitian Nasional | 2&3 | Sertifikat |
| 8 | Apris Satria Budiman | I/TPI | Lomba Poster Penelitian Nasional | 2&3 | Sertifikat |
| 9 | Renaldy Surah | I/TPI | Lomba Poster Penelitian Nasional | 2&3 | Sertifikat |

- Lomba menulis puisi
Taruna Febrianto Tingkat III prodi TPI mengikuti lomba menulis puisi Tingkat nasional dalam rangka festifal seni konservasi dengan tema : Gajah Sumatera yang diselenggarakan doleh kepolisian daerah Riau disela-sela kegiatan KPAnya. Dari 787 peserta seIndonesia, karya taruna Febrianto yang berjudul ‘ Yang tersisa dari kami “ terpilih menjadi 40 karya unggulan dan kemudian diterbitkan dalam sebuah buku antologi puisi mengenai perlindungan habitat gajah Sumatera yang berjudul ‘Sayangi Aku “


